Penting! Kenali Arti Simbol Obat Pada Kemasan Sebelum Dikonsumsi

0

Setiap produk, apapun itu termasuk obat pastinya memiliki kemasan. Bungkus luar tersebut berguna untuk melindungi kualitas produk, menarik minat konsumen, serta memberikan berbagai macam informasi terkait produk.

Untuk produk obat sendiri memiliki salah satu informasi penting yang wajib diketahui setiap konsumen. Yaitu logo pada kemasan obat. Logo atau simbol tersebut dapat ditemukan yang berbentuk lingkaran. Mulai dari warna hijau, biru, merah, diantaranya juga terdapat huruf K dan tanda plus (+) dalam lingkarannya.

Mungkin masih banyak yang tidak tahu apa maksud dari simbol yang terdapat pada kemasan obat tersebut berdasarkan warnanya. Adanya logo ini bertujuan untuk melindungi hak konsumen serta meningkatkan kesadaran pengguna mengenai bahaya obat tertentu.

Simbol Peringatan Pada Kemasan Obat

1. Obat Bebas

Simbol obat berwarna hijau artinya obat bebas

Yang paling pertama, logo peringatan obat paling aman, dinamakan obat bebas. Ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi hitam. Keamanan di sini dimaksudkan sebagai pemberitahuan bahwa obat tersebut dapat dibeli di counter bebas (over the counter) tanpa harus menggunakan resep dokter. Misalnya saja obat dengan bahan aktif parasetamol, serta beberapa obat flu.

2. Obat Bebas Terbatas

Simbol obat berwarna biru artinya obat bebas terbatas

Kedua adalah obat bebas terbatas yang memiliki logo atau simbol lingkaran biru dengan garis tepi hitam. Hampir sama dengan obat bebas, namun sebenarnya obat golongan ini hanya bisa diperoleh di apotik. Walaupun pada kenyataannya obat-obat ini banyak dijual bebas, seperti di minimarket. Contoh bahan aktif obatnya adalah guaifenesin, CTM, acetosal, bromhexin, dan lainnya.

3. Obat Keras

Simbol obat berwarna merah artinyat obat keras

Ketiga adalah obat keras yang menggunakan simbol lingkaran berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam berisikan huruf K besar yang menyentuh garis tepi. Tingkat keamanannya adalah pada penggunaan, bila berlebihan dapat menyebabkan efek samping berbahaya. Jenis obatnya umum pada golongan anti hipertensi, obat anti diabetes, obat golongan steroid.

4. Obat Narkotika

Simbol obat dengan tanda plus artinya obat narkotika

Berikutnya adalah golongan obat narkotika. Tentunya peredaran obat ini sangat diawasi, belum lagi dalam proses pembuatannya harus memiliki izin tertentu. Dan tidak bisa sembarangan dalam mendapatkan obat ini. Harus menggunakan resep dokter, sama halnya dengan golongan obat keras dan golongan psikotropika.

Logo yang ada pada kemasan obat jenis narkotika ini adalah lingkaran dengan tanda plus (+) berwarna merah di dalamnya. Penggunaan dengan dosis terlalu tinggi dan jangka panjang dapat mempengaruhi kesadaran.

5. Obat Psikotropika

Kelima adalah golongan obat psikotropika. Simbol yang digunakan sama seperti obat keras dengan lingkaran berwarna merah yang terdapat huruf K di tengahnya namun tidak menyentuh garis pinggir berwarna hitam. Perbedaannya dengan golongan narkotika, obat-obat dari golongan ini berpengaruh terhadap perubahan perilaku bila digunakan secara terus menerus.

Sama dengan narkotika, obat dari jenis psikotropika ini peredarannya pun diawasi. Kedua golongan tersebut memiliki sistem pelaporan tersendiri dari setiap apotik dan rumah sakit.

Itulah macam-macam logo simbol peringatan obat berwarna hijau, biru dan merah yang mana juga menunjukkan tipe golongan obat berdasarkan keamanan penggunaan dan dari kebebasan untuk mendapatkannya.

Keamanan yang dimaksudkan di sini bukan berarti ada golongan obat yang tidak aman. Semua produk obat yang telah melalui uji dan registrasi dari BPOM dapat dipastikan aman penggunaannya.

Yang harus diperhatikan adalah dosis yang digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu (indikasi tepat) itu sesuai dengan kebutuhan. Akumulasi kadar obat berlebihan dalam tubuh, serta waktu konsumsi yang kurang tepat tentu akan menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan.

Terutama obat-obat golongan narkotika dan psikotropika. Hampir semua obat saat ini rawan penyalahgunaan. Oleh karenanya penting bagi setiap instansi termasuk apotik yang memiliki kewenangan untuk mengawasi setiap penjualannya.

Salah satu contoh jenis obat di Indonesia yang masih sering menjadi perdebatan adalah bahan aktif Cannabis sativa, oleh orang awam dikenal dengan tumbuhan ganja. Di beberapa negara Eropa memang sudah melegalkan penggunaan obat dengan bahan aktif tersebut.

Masuk dalam golongan psikotropika, dalam proses penanamannya atau siapa pun yang memiliki area perkebunan dengan tanaman tersebut diawasi dan memiliki izin tertentu. Bahan ganja ini memang memiliki kemampuan dalam meredakan nyeri. Namun, diberikan dosis sesuai tingkat penyakitnya dan tidak untuk jangka panjang.

Dengan mengenal arti logo atau simbol obat yang tertera pada kemasan produk, mulai sekarang Anda diharapkan lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih sebelum membeli obat yang akan dikonsumsi.

About Author

Hi, saya Reina seorang lulusan sarjana farmasi, hal ini menguntungkan saya dalam menyalurkan hobi menulis khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.

Comments are closed.