6 Keunikan ini Menjadikan Gunung Bromo Salah Satu Gunung Terindah di Indonesia

0

Punya rencana liburan? Tapi masih ragu menentukan kemana kamu akan traveling? Ke gunung Bromo aja! Dijamin kamu tidak akan menyesal.

Gunung Bromo termasuk salah satu gunung berapi aktif yang terletak di empat wilayah berbeda, yaitu kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.

Gunung Bromo berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan mempunyai suhu yang bervariasi dari 3 hingga 20 derajat Celcius. Karena letaknya yang strategis sehingga dapat dengan mudah diakses dari berbagai tempat.

Sejarah Gunung Bromo

Apakah kamu tahu sejarah panjang gunung Bromo sampai akhirnya ditetapkan menjadi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru?

Daerah Tengger sebelum ditetapkan menjadi taman nasional merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan produksi dan hutan lindung.

Related: Liburan dengan Budget Minim Bukan Lagi Masalah, Asal Kamu Terapkan 7 Tips Ini!

Karena fungsi tersebut, dalam pertemuan yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982, Kongres Taman Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional dengan pertimbangan alam dan lingkungannya.

Kawasan Bromo Tengger Semeru diresmikan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 12 November 1992 menjadi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Apa Saja Keunikan yang Ada di Gunung Bromo?

Bicara tentang keunikan, tentu banyak sekali hal unik yang hanya bisa kamu dapatkan selama traveling ke salah satu gunung terindah di Indonesia ini, diantaranya:

1. Sensasi menaiki mobil Jeep atau Hardtop warna-warni

Pernah melihat iklan djarum 76 yang bersetting di gunung Bromo? Nah seperti itulah sensasi yang saya rasakan ketika menaiki hardtop warna merah pilihan saya ketika traveling di sana. Serasa jadi petualang sejati.

Apa warna kesukaanmu? Kamu juga bisa memilih hardtop berdasarkan warna kesukaanmu.

2. Menikmati sunrise terindah di Gunung Bromo

Sunrise Gunung Bromo

kayanatour.co.id

Pemandangan sunrise terindah di gunung Bromo ini sudah terkenal ke segala penjuru dunia, sehingga kamu akan menemui banyak turis asing yang kebanyakan berasal dari negara China, Thailand, dan Eropa.

Ada 5 spot di mana kamu bisa menikmati keindahan sunrise gunung Bromo, yaitu spot Penanjakan 1, spot Penanjakan 2, Bukit Cinta, Bukit Mentiginya, dan Bukit Kingkong.

3. Perjuangan menaiki 250 tangga menuju kawah Bromo

Tangga Menuju Puncak Bromo

indotravelers.com

Selain menikmati keindahan sunrise di gunung Bromo, kamu juga bisa menaiki 250 anak tangga untuk bisa melihat kawah Bromo yang berdiameter sekitar 800 meter dari utara ke selatan dan 600 meter dari barat ke timur.

Related: Cemas di Hari Pertama Mendaki? Ini Dia Panduan Bagi Pemula Tuk Temukan Keberanian!

Memang memerlukan perjuangan yang cukup berat menaiki 250 anak tangga untuk bisa sampai ke puncak Bromo, namun setelah sampai di atas, kamu akan disuguhi keindahan kawah-kawah Bromo yang begitu menakjubkan.

4. Melihat fenomena alam pasir berbisik

Pasir Berbisik Gunung Bromo

wisatagunungbromo.com

Di kawasan Bromo ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290 ha. Kaldera lautan pasir itu dibatasi oleh dinding terjal yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

Pasir berbisik bentuknya bergelombang menyerupai ombak-ombak kecil. Jika beruntung, kamu berkesempatan melihat keindahan pasir berbisik. Ada 2 versi asal mula terjadinya fenomena alam pasir berbisik, yaitu versi cerita legenda dan faktor alam.

Menurut legenda, hal ini mengisahkan Daya, seorang gadis desa yang tinggal di perkampungan miskin berdua bersama ibunya sejak kecil.

Karena kondisi lingkungan yang tidak selalu aman dan jauh dari peradaban modern, membuat ibunya menjadi sangat protektif sehingga Daya sering bertingkah aneh.

Daya sering menelungkupkan tubuhnya ke tanah pasir, karena dia merasa bahwa pasir sedang berbisik kepadanya.

Sedang menurut faktor alam, fenomena pasir berbisik terjadi karena ketika angin bertiup, butiran-butiran pasir beterbangan dan terdengar seperti bisikan yang sampai ke telinga setiap orang yang melewatinya.

5. Hamparan padang savana dan bukit Teletubbies

Padang Savana dan bukit Teletubbies Bromo

Kamu pernah menonton serial anak “Teletubbies”? Begitulah kurang lebih bentuk dan suasana bukit Teletubbies yang berlokasi di desa Sariwani, kecamatan Sukapura, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Related: Masjid Agung Jawa Tengah, Perpaduan Tiga Peradaban dalam Satu Bangunan

Keindahan padang Savana dan bukit Teletubbies memang begitu menakjubkan, menjadikannya sebagai tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati panorama alam di sekitarnya, sehingga banyak turis yang mengabadikan gambarnya di tempat ini.

6. Upacara tradisional Yadya Kasada oleh umat Hindu suku Tengger

Upacara Yadya Kasada Tengger, Bromo

pewartanusantara.com

Masyarakat Hindu Tengger sangat menjunjung tinggi tradisi. Misalnya saja: setiap tahun, mereka selalu melakukan upacara tradisional hari raya keagamaan Yadnya Kasada.

Upacara Yadnya Kasada adalah upacara persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Tengger pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasada (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Upacara ini berlangsung dari pura sampai ke puncak gunung Bromo. Mereka kemudian memberikan sesajen tersebut ke dalam kawah Bromo.

Ingin tahu kisahnya? Berikut kisah singkat diadakannya upacara Yadnya Kasada.

Mengisahkan Roro Anteng (putri kerajaan Majapahit) dan Joko Seger (putra Brahmana), pasangan suami-istri yang memerintah daerah gunung berapi dan menamainya Tengger.

Kata Tengger berasal dari nama belakang Roro Anteng dan Joko Seger. Kemudian Joko Seger mendapat julukan ”Purbawasesa Mangkurat Ing Tengger” yang artinya penguasa Tengger yang budiman.

Setelah lama menikah, mereka tak kunjung mempunyai keturunan. Karena putus asa mereka berdua memutuskan untuk bertapa di atas puncak gunung berapi dan memohon kepada Sang Hyang Widhi. Akhirnya permohonan merekapun dikabulkan dengan satu syarat harus mengorbankan anak terakhir mereka sebagai persembahan kawah

Tidak lama kemudian, anak pertama lahir dan diberi nama Tumenggung Klewung. Tahun berganti tahun dan sampailah pada anak ke 25 (anak terakhir mereka) yang kemudian diberi nama Kesuma.

Hari itu tiba, Sang Hyang Widhi menagih janji yang mereka buat. Naluri sebagai orang tua tidak membenarkan mereka untuk mengorbankan anak bungsunya. Mereka ingkar janji dan melarikan diri.

Tiba-tiba, letusan gunung berapi yang mengerikan mengikuti ke manapun mereka pergi dan secara ajaib Kesuma, anak terakhir kesayangan mereka ditelan ke dalam kawah. Bersamaan hilangnya Kesuma, tiba-tiba muncul suara gaib:

Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah dalam damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan, kalian setiap bulan kasada pada hari ke-14 memberikan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah gunung Bromo

Nah itu tadi sedikit ulasan tentang sejarah dan keunikan yang ada di gunung Bromo. Semoga bisa menjadi referensi dalam menentukan destinasi traveling kamu. “Have a nice trip, see you”.

About Author

Menulis dan traveling adalah dua hal yang menjadi passion selain mengisi waktu luang dengan aktivitas mengemix puisi dan lagu di Youtube. Juga aktif di beberapa komunitas penulis, puisi dan WordPress.

Comments are closed.