Mengingat Kembali Perjalanan Tesseract Hingga Jatuh ke Tangan Thanos

0

Bagi penggemar film superhero karya Marvel Cinematic Universe (MCU), kemunculan Tesseract atau Space Stone pasti tidak asing di ingatan kita. Apalagi Cube ini kerap hadir di banyak sekuel Marvel.

Sebut saja dalam film Captain America, Thor, Avengers, hingga yang paling anyar Captain Marvel. Batu berwarna biru berbentuk kotak tersebut begitu mencuri perhatian hingga direbutkan oleh penguasa alam. Kekuatannya yang digadang-gadang tak terbatas tersebutlah yang menjadi incaran musuh.

Lantas masih ingatkah kalian bagaimana perjalanan Tesseract hingga jatuh ke tangan Thanos? Oke untuk mempermudahnya mari kita mengingat satu-persatu perjalanan awal Tesseract.

Apa itu Tesseract?

Apa itu Tesseract?

Sebelum kita bicara perjalanannya, pertama kita harus paham dulu apa itu Tesseract.
Tesseract merupakan sebuah bejana penahan berbentuk kotak seperti kristal sebagai wadah Space Stone. Dan merupakan satu dari enam Batu Infinity yang memiliki energi tanpa batas.

Tesseract sendiri sebenarnya telah lahir jauh sebelum alam semesta ada. Batu ini dulunya digunakan oleh peradaban kuno untuk berbagai macam kegiatan hingga akhirnya masuk ke Asgardian dan disimpan oleh Odin, ayah Thor.

Namun pada akhirnya dibawa ke Bumi dan ditinggalkan di Tonsberg, yang mana tempat tersebut telah dijaga ketat oleh para pemuja Asgardian di Norwegia.

Oke, sekarang mari kita terlusuri awal kemunculan Tesseract di MCU hingga akhirnya direbut paksa oleh Thanos.

Captain America: The First Avenger

Johann Schmidt & Tesseract

Perjalan Tesseract dimulai dari film Captain America: The First Avenger. Diceritakan pada tahun 1942 Tesseract tersebut jatuh ke tangan Johan Schmidt yang dikenal juga sebagai Red Skull, seorang pemimpin HYDRA.

Related: 6 Situs Streaming Film Terbaik Indonesia, Yuk Langsung Nonton Dijamin Gratis!

Schmidt dan pasukannya menggunakan Tesseract untuk memperkuat persenjataan dan kemudian digunakan untuk mengalahkan sekutunya selama Perang Dunia II. Sayang usaha untuk menaklukkan lawannya pun berhasil gagalkan oleh Captain America pada tahun 1945. Melalui perang yang cukup sengit Captain Amerika mampu mengalahkan Schmidt.

Pertempuran hebat tersebut justru membuat Captain America dan Tesseract hilang di perairan Altantik. Captain America bahkan membeku sampai 70 tahun hingga ditemukan kembali oleh Howard Stark, ayah dari Tony Stark.

Project P.E.G.A.S.U.S pada Captain Marvel

Proyek PEGASUS

Setelah Stark berhasil mengambil Tesseract yang jatuh ke perairan Atlantik, dia pun berniat membantu Proyek PEGASUS. Yang kemudian membuatnya melepas Tesseract ke tangan Dr. Wendy Lawson yang tak lain adalah Mar-Vell. Tesseract pun dipelajari oleh Lawson untuk berbagai percobaan.

Proyek PEGASUS pun berjalan dengan sempurna di sebuah tempat rahasia, Gurun Mojave. Lokasi itu juga merupakan tempat yang sama saat pertama kali Loki mengambil Tesseract di film Avengers.

Tesseract digunakan Dr. Lawson untuk membuat mesin berkekuatan cahaya. Setelah penemuannya berhasil Lawson pun mengajak Carol Danvers (Captain Marvel) untuk menguji pesawatnya.

Uji coba tak berjalan dengan mulus dan menyebabkan Lawson terbunuh. Tak ingin kekuatan Tesseract diambil oleh musuh, Carol Danvers pun menghancurkan mesin yang justru membuatnya menyerap energi murni dari Tesseract.

Hingga peperangan yang terjadi, Captain Marvel menyembunyikan Tesseract di dalam perut Goose (kucingnya). Carol pun menyerahkan kembali Tesseract kepada SHIELD.

Sejak itu SHIELD berhasil menyimpan Space Stone tersebut hingga akhirnya dicuri Loki pada tahun 2012.

Diculik Loki di Film Avenger

Tesseract diculik Loki di Film Avenger

Di akhir film Thor, Nick Fury yang saat itu menjabat sebagai Director of SHIELD mempercayakan Dr. Selvig untuk mempelajari kekuatan Tesseract. SHIELD pun memulai kembali Proyek PEGASUS.

Aktivitas tersebut ternyata mencuri perhatian Loki hingga Tesseract dicurinya. Kekuatan Tesseract kemudian digunakan Loki untuk membuka portal dan memasukkan pasukan Chitauri berniat menavigasi Bumi.

Usaha Loki pun berhasil digagalkan dengan bersatunya para Avenger untuk pertama kalinya. Kerja keras mereka pun membuahkan hasil.

Thor akhirnya mengakuisisi Tesseract dan membawanya kembali ke Asgardian bersama dengan Loki. Di Asgard, Odin menggunakan Tesseract untuk memperbaiki Jembatan Pelangi yang sempat rusak dan kemudian memerintahkan Heimdall menjaganya.

Thor: Ragnarok

Loki Tesseract

Pada film ini memang Tesseract tidak direbutkan kembali. Sebab Tesseract telah disimpan dengan aman di lemari besi milik Odin. Namun hal berbeda justru terjadi setelah Loki menyamar sebagai Odin dan menuduh Heimdall berkhianat.

Dalam film Thor: Ragnarok, terlihat betapa bengisnya kakak pertama Thor, Hela yang ingin menguasai Asgardian. Melihat hal tersebut, Loki dan Thor pun lantas bekerja sama untuk menghancurkan Hela. Thor meminta Loki masuk keruang penyimpanan dan menghidupkan kembali penguasa api.

Di dalam ruang penyimpanan Odin Loki melihat keberaan Space Stone tersebut dan ia berhasil mencuri Tesseract sebelum akhirnya Asgardian hancur.

Direbut Paksa Thanos di Film Avengers: Infinity War

Thanos menculik Tesseract

Pada awal film Avengers: Infinity War bahkan kita langsung disuguhkan dengan kehancuran pesawat yang ditumpangi penduduk Asgard. Yang tersisa hanya beberapa termasuk Thor, Loki, dan Dr. Bruce Banner.

Thanos pun berhasil merebut Tesseract dari tangan Loki dan kemudian membunuhnya. Tesseract kemudian dihancurkan untuk diambil Scape Stone. Hal itu membuat kekuatan Thanos semakin besar dan membara.

Thanos yang telah menyerap energi Tesseract menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan separuh isi semesta bersama kelima batu Infinity lainnya. Nah, dari proses perjalanan Tesseract, mana yang menurut kalian paling mendebarkan?

About Author

Hi, nama saya Tertia. Orang biasa memanggil saya "Ter" atau bisa juga "Te". Seorang travel writer yang suka dengan keunikan di setiap sudut kota. Menulis bukan hanya sekedar hobi namun sudah jadi passion.

Comments are closed.