Cemas di Hari Pertama Mendaki Gunung? Ini Dia Panduan Bagi Pemula Tuk Temukan Keberanian!

0

Mendaki gunung kini sudah menjadi salah satu ide traveling yang cukup populer di masyarakat Indonesia, terutama di kalangan muda-mudi. Di antara mereka ada yang sudah berpengalaman dan ada yang belum mempunyai pengalaman sama sekali (pemula).

Bagi kamu pendaki yang berstatus pemula, agar bisa mendaki gunung dengan aman dan sukses, ada beberapa panduan yang harus kamu ketahui, mulai dari hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses pendakian.

Pendakian sering menyajikan perjalanan berbatu, penelusuran semak, menyeberangi sungai, dan pendakian teknis. Bantuan penyelamatan juga diperlukan agar pendakian gunung berjalan dengan aman dan sukses.

Apa itu mendaki gunung?

Mendaki gunung (Mountaineering) adalah suatu kegiatan pendakian yang melibatkan penggunaan berbagai keterampilan perjalanan untuk mencapai puncak.

Estimasi waktu yang diperlukan tergantung dari jarak yang ditempuh ke puncak gunung tersebut. Semakin jauh jarak tempuhnya, semakin lama pendakiannya.

Persiapan Sebelum Mendaki Gunung

1. Porsi latihan fisik lebih dari biasanya minimal selama sebulan

Running, latihan fisik

runningmagazine.ca

Agar pendakian jadi menyenangkan, tubuh harus dalam kondisi yang prima. Melatih kekuatan secara rutin bisa dimulai dengan angkat beban atau latihan yang berfokus pada otot seperti push-up, pull-up, dan squat.

Latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh (stamina), seperti berlari, bersepeda, dan berenang merupakan cara yang baik untuk mempersiapkan sistem pernafasan dan kinerja jantung Anda.

Related: 6 Keunikan ini Menjadikan Gunung Bromo Salah Satu Gunung Terindah di Indonesia

Salah satu cara pelatihan terbaik adalah menaiki tangga dengan membawa ransel yang berisi beban yang sama saat kamu melakukan pendakian dan lakukanlah secara berulang-ulang.

2. Pelatihan mental

Pendakian gunung membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan fisik saja, akan tetapi dibutuhkan mental/pola pikir yang berbeda. Milikilah suatu komitmen!

Karena membutuhkan lebih banyak waktu dan energi untuk menyelesaikan sebuah pendakian, kamu harus siap menghadapi beberapa kesulitan, juga ketidaknyamanan dan risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu di sepanjang pendakian.

3. Pelajari gunung yang akan menjadi destinasi

Gunung Gede Pangrango

superadventure.co.id

Untuk melakukan pendakian, kamu harus mengetahui informasi selengkapnya tentang gunung yang akan didaki. Mulailah memilih puncak dengan rintangan yang lebih mudah untuk didaki dan teruskan ke puncak yang lebih sulit.

Rekomendasi gunung di pulau Jawa cocok bagi pendaki pemula:

  • Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat)
  • Gunung Papandayan (Garut)
  • Gunung Nglanggeran (Gunung Kidul)
  • Gunung Prau (Dieng)
  • Gunung Ijen (Banyuwangi)
  • Gunung Andong (perbatasan wilayah Salatiga, Semarang, Magelang).

4. Persiapkan perlengkapan dan logistik secara cermat

Peralatan mendaki gunung

zosadventure.com

Biasanya orang sering menyepelekan masalah perlengkapan dan logistik saat mendaki gunung. Mereka menganggap perlengkapan dan logistik saat mendaki sama saja dengan saat traveling.

Pada kenyataannya, perlengkapan dan logistik saat mendaki gunung jauh lebih banyak dan lebih ribet. Pastikan kamu membawa perlengkapan tidur (sleeping bag) yang mudah dibawa dan nyaman.

Related: Liburan dengan Budget Minim Bukan Lagi Masalah, Asal Kamu Terapkan 7 Tips Ini!

Senter, kompas, jas hujan, pisau lipat, sampai peralatan makan portabel juga ikut andil dalam pendakianmu. Untuk masalah logistik, bawalah makanan yang agak banyak dan air minum cadangan untuk kondisi darurat yang mungkin akan kamu temui.

Walaupun terkesan sepele, namun apabila kamu tidak melakukannya, hal ini akan sangat menyulitkanmu saat melakukan pendakian.

5. Gunakan jasa guide profesional

APGI

Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia/Facebook

Jika kamu baru pertama kali naik gunung, salah satu cara terbaik untuk terjun langsung ke olahraga ini adalah dengan menyewa layanan guide/pemandu. Ada banyak guide yang akan memandu dan membantu kamu mempelajari keterampilan dasar mendaki gunung.

Salah satu jasa pemandu profesional yang bisa Anda gunakan adalah Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) memiliki lebih kurang 500 orang pemandu yang sudah sertifikasi dan tersebar di 15 provinsi di Indonesia.

6. Pergilah bersama Tim

Selalu mendaki gunung dengan orang lain karena apa pun bisa terjadi selama proses pendakian. Seringkali kamu jauh dari peradaban dan tanpa layanan selama berjam-jam. Memiliki tim pendakian akan memastikan keselamatanmu dalam keadaan darurat.

Mendaki dengan pasangan juga dapat meningkatkan moral dan pengetahuan kamu. Kalian berdua dapat mengikuti kelas bersama sebelum mendaki, dan jika kamu telah mendaki sebelumnya, kamu bisa menjadi mentor yang baik saat mendaki.

Memiliki tim yang mendaki bersama juga dapat membantu kamu untuk terus memotivasi diri ketika segala sesuatunya menjadi sulit. Karena kamu tahu mereka memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai puncak.

7. Urus perizinan mendaki

Perizinan mendaki

zuckici.com

Semakin banyaknya pendaki membuat pegunungan menjadi semakin ramai dan semakin banyak daerah yang membutuhkan perizinan untuk mendaki. Bagi yang ingin mendaki gunung Semeru, berikut 11 syarat yang harus dipenuhi seperti diulas lengkap oleh zuckici.com.

Banyak gunung yang lebih sering didaki membutuhkan perencanaan terlebih dahulu untuk memungkinkan perizinan dan pendaftaran. Demi keselamatanmu, pastikan untuk menghubungi agen atau pengelola lahan sebelum melakukan pendakian.

3 hal yang tidak boleh dilakukan saat mendaki gunung

1. Tidak mengikuti rute yang ditentukan

Pergi mendaki tanpa pengetahuan yang memadai tentang medan sangat berbahaya. Rute dibuat untuk memudahkanmu mendaki gunung dengan aman dan selamat. Umumnya, keluar dari rute yang ditentukan bisa membuatmu menemui celah yang dalam, atau medan longsor yang berbahaya.

Navigasi di luar jalur juga bisa lebih sulit, dengan lebih sedikit orang di sekitar kamu yang cenderung tersesat.

2. Mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang tepat

Turun gunung dengan aman lebih penting daripada apa pun. Mengambil keputusan untuk kembali adalah cara termudah memastikan keamananmu bila terjadi keadaan darurat.

Banyak hal yang bisa terjadi dalam pendakian, seperti: cuaca ekstrem, batu jatuh atau longsoran salju. Pengetahuan yang tepat tentang kapan harus terus berjalan dan kapan kembali adalah kunci saat mendaki.

Kapan pun guide-mu memutuskan untuk kembali, tidak peduli seberapa dekat kamu dengan puncak, kamu harus kembali. Hal Ini dilakukan untuk memastikan keamananmu dan menghindari situasi genting yang biasanya terjadi di kemudian hari, apakah kekurangan makanan, kelelahan, atau hilangnya cahaya matahari.

3. Meninggalkan Jejak

Jangan tinggalkan jejak. Kemas persis apa yang kamu kemas, artinya: bawa semua yang kamu bawa ke sana, kembali ke bawah bersamamu.

Penting untuk menjaga gunung tetap seperti semula yang ingin dinikmati setiap orang. Tidak ada yang ingin melihat sampah saat mendaki atau menikmati pemandangan. Selain dapat mengganggu satwa liar juga bisa berdampak pada ekosistem.

Kebanyakan orang berfikir bahwa mendaki gunung itu sulit dan tampak menakutkan, tetapi tidak sesulit kelihatannya. Memang sangat melelahkan melakukan sebuah pendakian, namun semuanya akan terbayar saat kamu berada di atas puncak gunung dengan segala keindahannya.

About Author

Menulis dan traveling adalah dua hal yang menjadi passion selain mengisi waktu luang dengan aktivitas mengemix puisi dan lagu di Youtube. Juga aktif di beberapa komunitas penulis, puisi dan WordPress.

Comments are closed.