Agar Terurai Sempurna Dalam Tubuh, Ini Cara Penggunaan Obat Oral yang Benar!

0

Dalam kebiasaan masyarakat umum sekarang ini, bila diserang penyakit disarankan untuk segera minum obat. Walaupun itu hanya sekedar flu ringan atau sakit kepala biasa. Meminum atau mengkonsumsi obat sesuai indikasi yang dimaksud pasti akan menjadi solusi utama.

Beberapa dekade lalu, saat dimana perkembangan teknologi obat belum pesat seperti sekarang. Orang-orang lebih memanfaatkan kemampuan obat herbal sebagai “sumber penyembuhan”. Kala itu penggunaan obat sintetik masih sangat jarang dan cenderung digunakan untuk mengatasi penyakit berat.

Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa penggunaan obat herbal saat ini masih digemari oleh masyarakat Indonesia. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh tanah zamrud khatulistiwa ini memang memberi keuntungan sendiri pada warganya.

Namun gaya hidup masyarakat saat ini cenderung memilih yang praktis lebih menyukai obat sintetik. Keunggulannya adalah kita tak perlu repot menyiapkan obat yang akan kita konsumsi. Berbeda dengan obat herbal yang diambil dari lingkungan sekitar, harus menyiapkan ramuan tertentu untuk kemudian siap diminum.

Dengan berkembangnya teknologi produksi obat yang semakin canggih dari masa ke masa, tak hanya dari segi produksi, melainkan juga dari segi keamanan penggunaan atau konsumsi. Segalanya sudah dioptimasi mulai dari bahan baku, teknik produksi, hingga kemasannya.

Sekarang pun obat sintetik yang praktis ini tak hanya dikonsumsi oleh dewasa, bahkan anak-anak dan bayi pun sudah banyak ragam pilihannya. Untuk keamanannya sendiri, bila sebuah produk obat telah memiliki izin edar dari BPOM dan memiliki tayangan promosi produk di berbagai macam media, berarti produk tersebut layak digunakan atau dikonsumsi.

Memang hal tersebut bukanlah jaminan pasti. Akan tetapi berdasarkan pengalaman yang ada, bahwa promosi dari sebuah produk yang masif, menunjukkan nilai dari sebuah produk berkualitas baik.

Related: Cara Ampuh Mengatasi dan Mengecilkan Perut Buncit, Gak Susah Kok!

Sebenarnya setiap produsen obat sudah melindungi setiap kesehatan konsumennya dengan memberikan informasi produk yang tertera pada kemasan, baik itu obat sirup ataupun yang tablet. Bila Anda ingin mengetahui informasi produk yang lebih detail, dapat ditanyakan pada apoteker di apotek, tempat Anda membeli obat.

Cara konsumsi obat dengan benar sesuai aturan

Obat oral

safebee.com

Dari informasi produk, Anda dapat mengetahui bahan aktif yang digunakan, indikasi obat, interaksi obat, efek samping yang mungkin timbul, sampai cara penggunaan obat. Untuk setiap jenis obat oral, pastinya terdapat cara perbedaan penggunaannya.

Obat oral adalah obat yang dikonsumsi dengan cara diminum dan melewati saluran pencernaan

Untuk obat oral sendiri memiliki berbagai macam bentuk seperti sirup, dry syrup (yang dilarutkan kemudian dan hanya digunakan selama 7 hari), suspensi, tablet, dan jenis kapsul.

Aturan minum obat oral sesuai resep

  • Bila diminum dua kali sehari, waktunya adalah diberikan tiap 12 jam sekali
  • Untuk obat yang diberikan sehari 3 kali, waktunya setiap 8 jam sekali
  • Begitu pula dengan pemberian empat kali sehari, waktunya menjadi tiap 6 jam sekali

Penggunaan obat oral yang benar tujuannya adalah supaya kadar obat tidak terakumulasi dalam tubuh, sehingga obat terurai dengan sempurna.

Dalam masyarakat awam ada pendapat, bahwa semua obat selalu diminum setelah makan. Kenyataannya tidak selalu demikian, adapun obat-obat yang benar-benar harus diminum setelah makan atau harus dalam keadaan lambung terisi adalah obat yang mengiritasi lambung.

Contohnya adalah obat yang mengandung bahan aktif seperti asam mefenamat, asam asetil salisilat atau asetosal dosis tinggi (seperti yang digunakan pada aspirin), ibuprofen, natrium diclofenac, methylprednisolone, dan golongan steroid lainnya.

Ada pula obat-obat yang tidak terpengaruh pada kondisi lambung yang terisi atau tidak, bisa diminum sebelum atau sesudah makan, tak masalah. Misalnya bahan aktif paracetamol, amlodipine dan obat golongan CCB (calcium channel blocker) lainnya.

Sedangkan beberapa obat dengan bahan aktif tertentu harus diminum sebelum makan, saat lambung kosong. Mengapa demikian? Karena mekanisme kerja obat dalam tubuh akan terganggu dengan adanya makanan yang dicerna. Sehingga ketepatan indikasi obat menjadi kurang optimal.

Misalnya saja obat dengan bahan aktif teofilin harus diminum saat lambung kosong. Terbukti dari uji klinis yang dilakukan. Bahwa bahan aktif tersebut memiliki bioavailabilitas dalam tubuh yang maksimal saat lambung kosong.

Obat lainnya yang diminum sebelum makan adalah golongan antasida dan H2 blocker. Banyak sekali obat antasida yang beredar di masyarakat, bahkan kita pun dapat membelinya di mini market, sebut saja, mylanta, promag, dan polysilane.

Related: Catat! Ini 8 Pemicu Diabetes di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai

Untuk golongan obat H2 blocker misalnya bahan aktif omeprazole, lansoprazole. Obat-obatan tersebut diminum satu jam sebelum makan, tak hanya khusus untuk obat lambung atau gangguan saluran pencernaan saja, melainkan juga obat dengan indikasi lainnya, seperti untuk asma.

Lalu, bagaimana yang sudah terlanjur makan dan lupa meminum obatnya? Obat diminum setidaknya dua jam setelah makan, karena proses pengosongan lambung, berlangsung sekurangnya selama dua jam.

Kembali kami ingatkan! Agar obat tidak terakumulasi di dalam tubuh, maka penting sekali meminum obat oral tersebut sesuai waktu dan aturan pakai sehingga obat dapat terurai dengan sempurna dalam tubuh kita.

About Author

Hi, saya Reina seorang lulusan sarjana farmasi, hal ini menguntungkan saya dalam menyalurkan hobi menulis khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.

Comments are closed.