Review Alita: Battle Angel, Visual Efek Kelas Kakap yang Siap Buat Mata Susah Berkedip

0

Awal Februari lalu kita telah disuguhkan dengan film epic karya Robert Rodriguez berjudul Alita: Battle Angel. Film yang telah ditunggu-tunggu sejak 2018 ini memberikan tayangan yang luar biasa indah khususnya dari sisi gambar. Meskipun penanyangannya sempat mengalami kemunduran yang tak terprediksi.

Alita: Battle Angel adaptasi manga berjudul “Gunnm” besutan Yukito Kirhiro ini diperankan oleh Rosa Salazar sebagai Alita, Christoph Waltz sebagai Dr. Ido, dan Keenan Johnson sebagai Hugo. Ketiganya memberi kekuatan berbeda pada film yang telah dinantikan para penggemar anime.

Sebenarnya film Alita: Battle Angel sendiri disiapkan sejak tahun 2000-an lalu oleh sang produser ternama James Cameron. Namun saking sibuknya menggarap sekuel film Avatar, dia pun mendapuk Robert sebagai sutradara Alita.

James ternyata tak pernah main-main dalam menggarap setiap karyanya, hal itu terbukti dengan pencapaian Alita: Battle Angel di minggu pertama penayangan hingga masuk daftar Box Office. Semua action dalam film ini begitu menghibur mata dengan aksi padat yang menggoda.

Alita Cyborg Canggih yang Jadi Incaran

Alita Battle Angel

Kisah bergenre sci-fi ini mengambil setting pada abad ke-26 atau tepatnya tahun 2563. Dengan latar 300 tahun pasca kejadian The Fall, runtuhnya sebagian kota langit Zalem.

Cerita dimulai saat Dr. Ido mencari pecahan-pecahan partikel di tempat pembuangan dan tak sengaja menemukan kepala cyborg yang masih hidup.

Related: 6 Situs Streaming Film Terbaik Indonesia, Yuk Langsung Nonton Dijamin Gratis!

Dr. Ido pun membawa serpihan cyborg pulang dan memberinya tubuh baru, mengingat otak dan inti robot tersebut masih berfungsi. Alhasil, robot rakitan itu pun diberi nama Alita.

Dia adalah cyborg tercanggih yang pernah dibuat, sayangnya sejak dihidupkan kembali oleh Dr. Ido, Alita tak dapat mengingat masa lalunya. Hanya serpihan-serpihan kecil saja yang terkadang melintas di benaknya.

Singkat cerita, Alita pun berkenalan dengan sosok pria bernama Hugo yang kemudian mengenalkannya dengan permainan Motorball, salah satu yang populer di Iron City. Sejak saat itu cerita Alita: Battle Angel semakin seru.

Hingga pada suatu malam Alita sangat penasaran dengan gerak-gerik sang ayah (Dr. Ido) yang kerap keluyuran. Saking penasannya, Alita pun mengikuti ayahnya hingga terjadilah sebuah pertempuran antara Dr. Ido dan cyborg lainnya.

Kejadian tersebut membuka mata para cyborg dan Dr. Ido, jika Alita bukan cyborg biasa. Dia memiliki kemampuan tak terduga yang tanggap melibas musuh.

Setelah kejadian itu, Dr. Ido dan Alita menjadi buruan banyak musuh termasuk penguasa kota langit Zalem. Terlepas dari konflik di awal, Dr. Ido sebenarnya berusaha menutupi kemampuan Alita agar tak mengingat masa lalunya, namun di sisi lain Hugo justru gencar membantunya mencari ingatan Alita.

Ambisi Hugo lah yang justru mengantar Alita pada pertempuran hebat melawan para cyborg dan penguasa Zalem.

Pembangunan Karakter Remaja yang Penuh Ambisi

Alita dan Hugo

Selain menceritakan kekisruhan yang terjadi di Iron City, cerita Alita: Battle Angel ini juga dibumbui dengan kisah roman remaja yang cukup manis.

Rosa Salazar yang berperan sebagai Alita patut diacungi jempol dalam beradu akting. Bersama dengan lawan mainnya, Keenan Johnson, Alita dan Hugo bisa jadi cerminan remaja yang penuh ambisi.

Demikian halnya dengan perjalanan hidup mereka. Keduanya begitu terlihat sangat berambisi untuk dapat melihat isi kota langit Zalem meski dengan cara kotor seperti yang dilakukan Hugo.

CGI dan Visual Efek Kelas Kakap yang Buat Mata Tak Berkedip

CGI, visual efek film Alita battle angle

Terlepas dari semua dinamika ceritanya, penonton akan dipuaskan dengan CGI dan visual efek yang sangat indah.

Tidak ada hal lain yang membuat mata penonton terbelalak selain suguhan Visual Efek luar biasa di film ini. Meski pengambilan gambar hanya dilakukan di dalam studio dengan memanfaatnya teknologi CGI (Computer Generated Image) akan tetapi semuanya terasa begitu nyata.

Related: Review How To Train Your Dragon 3: The Hidden World, Final Trilogi yang Begitu Tajam

Gerakan demi gerakan yang diperlihatan oleh sosok Alita bahkan begitu sempurna. Dan mungkin orang awam akan mengira itu nyata bukan olahan komputer.

FYI, untuk visual efeknya sendiri, film Alita: Battle Angel telah mempercayakannya kepada Weta Digital, DNEG, dan Fremstore. Yang mana Weta Digital merupakan salah satu perusahan digital visual efek terbaik di dunia pencetus Percy Jackon.

Enggak heran dong jika Alita yang digambarkan berkepala cyborg dengan karakter wajah manusia dan tubuh robot itu nampak mulus. Bahkan pori-pori dan tiap helai rambutnya saja terlihat real.

Selain tokoh robot yang digambarkan dengan epik, mari kita tengok landscape Iron City dan kota langit Zalem. Kota ciptaan CGI ini bahkan terlihat menakjubkan di hampir setiap sisinya. Pertempuran Alita pun divisualkan begitu detail canpa cacat sama sekali.

Nampaknya James Cameron berhasil menularkan kesuksesan Avatar di tahun 2009 ke film animasi terbaru nan kece Alita: Battle Angel.

Ada Kesan Kosong yang Mudah Ditebak

Alita

Sayangnya CGI dan Viual Efek yang epik itu tidak dapat menutupi kelemahan di film Alita: Battle Angel ini.

Apabila kalian penikmat alur cerita, maka film ini akan terasa sangat kurang terlebih pada endingnya. Sang sutradara, Robert tidak memunculkan dengan jelas asal usul Alita dan sebab kekacauan yang terjadi di kota langit Zalem.

Semua digambarkan mengambang dan memunculkan tanda tanya hingga akhir film. Bahkan kita tidak tahu pasti bagaimana orang-orang Zalem ini bisa turun ke Iron City.

Tidak heran akhir cerita dibuat menggantung, karena nampaknya film ini akan disusul dengan sekuel keduanya entah kapan. Walau nggantungnya terlalu parah dan mudah ditebak.

Di lain sisi, kisah percintaan Alita dan Hugo pun menimbulkan kesan aneh. Tidak begitu kuat, namun Alita terlalu menggebu melakukan hal apapun demi Hugo.

Tapi jangan berkecil hati, sebab film Alita: Battle Angel masih bisa dinikmati dengan enak kok. So, kamu tak akan merasa rugi melihat film ini.

Jangan Lupa Berikan Rating Anda!

62%
62%
Good

Jika kalian penikmat alur cerita, maka film ini akan terasa sangat kurang terlebih pada endingnya. Namun jangan dulu berkecil hati, karena film Alita: Bettle Angel masih menyuguhkan visual efek nan memukau.

  • Cerita
    4
  • Teknis
    8.5
  • Karakter
    6
  • User Ratings (3 Votes)
    5.2

About Author

Hi, nama saya Tertia. Orang biasa memanggil saya "Ter" atau bisa juga "Te". Seorang travel writer yang suka dengan keunikan di setiap sudut kota. Menulis bukan hanya sekedar hobi namun sudah jadi passion.

Leave A Reply