Review Film Shazam: Superhero DC Paling Konyol yang Jauh dari Unsur “Gelap”

0

Hampir semua penikmat film Shazam dibuat kaget dengan superhero terbaru keluaran DC Extended Universe (DCEU). Bagaimana mungkin, DC yang dikenal dengan gaya bercerita gelap ini melepaskan semua ciri mereka pada film Shazam. Bahkan saat pertama kali keluar dari bioskop, terbesit pertanyaan “Ini beneran DC?”

Terlepas dari unsur gelapnya DCEU, Shazam berhasil meraup keuntungan hingga 53 juta US Dollar atau sekitar Rp 754 miliar di 4217 tempat hanya dalam kurun waktu 2 minggu saja. Atau dengan penghasilan total dari seluruh dunia sekitar 158,8 juta US Dollar (Rp2,2 triliun). Angka yang fantastis bukan?

Jumlah tersebut cukup masuk akal, mengingat film Shazam juga mendapatkan ulasan positif dari para kritikus film hingga mendapat rating 97% pada laman Rotten Tomatoes.

Itu artinya karya DC mulai mendapat hati dan diirik dibandingkan film sebelumnya Man of Steel yang rilis di tahun 2013. Semakin ke sini, karya DC pun terlihat semakin ceria dan berwarna, apalagi Shazam dibalut dengan unsur komedi mulai dari awal hingga akhir film.

Mungkin ini adalah salah satu terobosan baru yang ingin dimunculkan David F Sandberg sebagai sang sutradara. Wajah-wajah muda meyegarkan pun mendominasi di sana. Namun benarkah ini justru tidak menghilangkan identitad DC?

Sekilas tentang Shazam

Billy Batson

Cerita superhero ini diawali dengan perjalanan seorang bocah laki-laki berumur 14 tahun bernama Billy Batson (Asher Angel). Ia terus merasakan kesepian dalam hidupnya sejak terpisah dari sang ibu belasan tahun lalu.

Billy pun terus menerus kabur dari panti asuhan untuk mencari tahu di mana ibu kandungnya hingga akhirnya dia dibawa ke sebuah rumah tinggal berisikan 7 anggota keluarga. Sepasang ayah dan ibu serta 5 anak yang juga diambil dari panti asuhan.

Related: Situs Streaming Film Terbaik Indonesia, Yuk Langsung Nonton Dijamin Gratis!

Entah bagaimana, dalam sebuah perjalanan kereta bawah tanah Billy justru diantarkan menuju sebuah tempat gelap yang sangat asing. Dari sanalah kemudian Billy berubah menjadi sosok lain, seorang penyihir kuat yang dikenal dengan Shazam (Zachary Levi).

Sejak saat itulah Billy menjadi bocah super berbadan besar. Sayang dia tidak begitu mengerti potensi luar biasa yang ada di dalam tubuhnya. Dia justru terkenal sejak aksi-aksinya direkam dan diunggah di sebuah YouTube channel yang ia buat bersama dengan Freddy Freeman (Jack Dylan Graser).

Shazam

Sedikit demi sedikit dia menemukan kekuatan yang ada dalam dirinya. Mula dari kecepatan berlari, terbang, kuat, dan sebagainya.

Namun kekuatan tersebut justru menghantarkan Billy pada masalah besar. Doctor Sivana (Mark Strong) yang sebelumnya menginginkan kekuatan tersebut akhirnya beralih mengincar Billy dan memaksanya untuk menyerahkan kekuatannya.

Sivana memanfaatkan kekuatan jahat yang ada dalam dirinya untuk mencelakai anggota keluarga Billy hinga mendapatkan apa yang dia inginkan.

Penuh kejutan hingga post credit

Film Shazam

Film ini disebut berani karena ada dialognya yang super cepat Shazam menyebutkan kata “Zap-tain Marvel”. Kata tersebut merujuk pada identitas sebenarnya Shazam yang awalnya bernama Captain Marvel, sebelum akhirnya diambil alih Marvel.

Tak hanya itu, di akhir cerita Shazam juga mengajak serta keluarga barunya menjadi superhero seperti dia hanya dengan menyebutkan namanya “Shazam”. Itu adalah kejutan yang sangat luar biasa yang dibalut dengan kekonyolan anak kecil. Bahkan satu studio bioskop tak henti ketawa karena adegan tersebut.

Related: Situs Download Drama Korea Subtitle Indonesia Terbaru, No Kaleng-kaleng

Ada satu lagi kejutan yang sayang jika kalian lewatkan. Seperti yang kita tahu, film-film DC saat ini mulai tertarik untuk meletakkan mini adegan di ending setelah credit tittle layaknya film Marvel.

Untuk itu, jangan dulu beranjak dari bioskop sebelum lampu menyala, karena setelah credit tittle ada sosok Superman yang bikin penonton kegirangan. Lho kok ada Superman?

Pengambilan konflik terbatas

Shazam Movie

Meski terbilang sukses meraup keuntungaan dan membuat penonton tak henti tertawa, sebenarnya film Shazam juga memunculkan sedikit keraguan. Dimana tidak dijelaskan secara detail alasan sang penyihir Shazam memilih Billy menjadi penerus kekuatannya.

Hal itulah yang sedikit memunculkan klise, mengapa Billy yang dipilih menjadi superhero? Mengingat semasa hidupnya Billy sering berbuat hal-hal konyol.

Untungnya semua tertolong dengan rentetan adengan seimbang dan candaan yang kocak khas anak-anak. Dari sisi komedi, aksi heroik, dan kisah kehidupannya masih dapat dinikmati dengan enak.

DC kehilangan identitas?

Film Superhero Shazam

Semenjak kemunculan film Wonder Woman dan Aquaman, DC sepertinya sengaja membuat film-filmnya lebih cerah. Itu sangat jauh berbeda dengan riwayat DC yang lalu. Yang mana kegelapan sang superhero jadi sorotan utamanya.

Untuk film Shazam sendiri, superhero khas DC justru sepertinya tak terlalu menonjol karena banyak “digoreng” dengan lawakan. Intensitas komedi yang terlalu sering justru menghilangkan kekhasan DC.

Walau begitu akting Levi tetap patut mendapatkan apresiasi. Sebab ia mampu memerankan superhero sekaligus berjiwa bocah belasan dengan epik.

Bisa saja, jika film DC nantinya dibuat seperti Shazam keuntungan yang didapatkan bisa semakin banyak dan mengantongi rating yang tinggi.

73%
73%
Awesome

Film Shazam tunjukan sisi lain dari gelapnya superhero DC. Penuh lawakan dengan cerita yang semakin cerah.

  • Cerita
    7
  • Teknis
    7
  • Karakter
    8
  • User Ratings (1 Votes)
    7.6

About Author

Hi, nama saya Tertia. Orang biasa memanggil saya "Ter" atau bisa juga "Te". Seorang travel writer yang suka dengan keunikan di setiap sudut kota. Menulis bukan hanya sekedar hobi namun sudah jadi passion.

Comments are closed.