Review Film US: Horor Eksperimen Penuh Teka-teki yang Sarat Akan Pesan Kehidupan

0

Film US memang telah santer terdengar sejak awal tahun 2019 lalu. Film horor besutan Jordan Peele ini sukses membuat pecinta horor beradu dengan adrenalinnya.

Peele sendiri dikenal konsisten dengan menelurkan karya horor penuh teka-teki setelah debut kesuksesanya dalam film Get Out tahun lalu. Tak hanya menekankan visual horor yang menantang, karyanya pun selalu menyisipkan pesan kehidupan.

Satu pesan yang bisa kita ingat dari film US adalah “mereka dari kelas bawah bisa datang dan menghancurkan kita (kelas atas), dan kita pantas untuk menerimanya.”

Film yang diperankan oleh Lupita Nyong’O sebagai Adelaide Wilson, Winston Duke sebagai Gabe, Shahadi Wright Joseph sebagai Zora, dan Evan Alex sebagai Jason ini dikisahkan memulai liburan musim panas mereka.

Keluarga kelas menangah asal Amerika ini sengaja meluangkan waktu untuk berlibur dan menginap di rumah masa kecil Addy (panggilan akrab Adelaide).

US (kita) adalah kelurga kecil Addy yang berjumlah 4 orang, sedangkan they (mereka) merupakan para duplikat yang telah lama menunggu momen itu.

Cerita Singkat US

Film US 2019

Film US dibuka dengan narasi aksi charity Hands Across America. Yang mana jutaan orang dari seluruh penjuru terhubung bergandengan tangan untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Kemudian beralih ke masih kecil Addy.

Addy sempat hilang selama beberapa jam setelah dia masuk ke salah satu wahana permainan di tepi pantai Santa Cruz. Di tempat yang penuh cermin tersebut, Addy bertemu dengan sosok anak yang memilik wajah dan penampilan seperti dirinya. Itu bukan bayangan, tapi nyata!

Setelah sekian tahun berlalu, kini Addy telah tumbuh dewasa dan membina keluarga bersama dengan Gabe. Mereka pun berlibur bersama ke Pantai Santa Cruz dan menginap di rumah masa kecilnya bersama sang buah hati, Zora dan Jason.

Di jalan menuju ke pantai Addy dan keluarga mendapati seorang meninggal dengan meninggalkan darah yang cukup banyak di dadanya. Kematian orang tersebut sebenarnya telah memunculkan teka-teki pembuka awal cerita mendebarkan ini.

Related: 6 Situs Streaming Film Terbaik Indonesia, Yuk Langsung Nonton Dijamin Gratis!

Saat mereka berada di pantai, Addy pun merasa trauma dengan kejadian yang menimpanya di masa kecil. Hingga sederet kepingan masa lalu muncul menuntut balas.

Sampai di rumah, liburan yang harusnya berakhir bahagia justu menjadi sebaliknya. Belum ada satu hari menghabiskan waktu liburan, mereka harus merasakan teror mengerikan saat “They” (mereka) sang duplikat yang hadir di depan rumah Addy.

Jason

Jason

Bukan hanya si duplikat Addy, Gabe dan duplikat kedua anaknya pun ada di sana. Mereka sangat mirip bak cermin. Bedanya, sang duplikat mengenakan pakaian berwarna merah dan tidak bisa berbicara namun tidak dengan duplikat Addy. Red atau si duplikat Addy menjadi satu-satunya manusia duplikat yang bisa berbicara meski tutur katanya terbata-bata
.
“Sudah sekian lama saya menunggu momen ini, betapa tidak enaknya hidup di bawah tanah, menderita, dan makan kelinci mentah,” begitu sedikit cuplikan Red saat menekan keluarga Addy.

Keempat anggota keluarga Red ini pun seolah ingin membantai satu per satu dari mereka. Namun sayangnya keluarga Addy berhasil kabur dari teror mereka dan melarikan diri ke rumah sang sahabat.

Sial, di sana justru duplikat lain berhasil membunuh keluarga sahabatnya. Addy dan kedua anaknya pun dengan gagah berani menyerang balik para duplikat.

Singkat cerita Addy pun terjebak kembali di rumah kaca yang dulu membuatnya trauma. Kali ini dia pergi ke sana untuk mencari anaknya Jason dan menyelesaikan urusan dengan Red.

Rumah kaca tersebut ternyata memiliki ruang bawah tanah yang sunyi dan terpendam jauh di bawah. Di sana ada banyak ruangan seperti kelas dan juga tempat tidur layaknya asrama.

Related: Situs Download Drama Korea Subtitle Indonesia Terbaru, No Kaleng-kaleng

Di tempat itu pun Addy ingin menyelesaikan urusannya dengan Red. Dia berusaha membunuh Red agar tidak membahayakan keluarga Addy dan lainnya.

Usaha Addy behasil, ia membunuh Red dengan sangat garang. Hingga ia bisa kembali bersatu dengan anak dan suaminya. Apakah kisahnya telah selesai? Tidak! Karena di akhir cerita kita akan mendapatkan jawaban bahwa Addy yang sebenarnya adalah Red. Itu sebabnya Red jadi satu-satunya duplikat yang bisa berbicara.

Naskah yang Cerdas dan Susah Ditebak

Photo by Claudette Barius - © Universal Pictures

Cerita US sama sekali berbeda dengan karya Peele sebelumnya, Get Out. Meski pun Peele masih mencampurkan thriller dan fiksi ilmiah yang mendebarkan. US memang tak menampilkan sosok hantu, namun terornya lebih mengerikan dibandingkan kemunculan hantu. Sekilas mirip dengan horor pada film A Quiet Place.

Di film ini pun kita disuguhkan beberapa teka-teki, seperti saat kematian sosok pria pertama, orang yang berdiri sambil merentangkan kedua tangan penuh darah di deket wahana kaca, lalu Red yang jadi satu-satunya duplikat yang bisa berbicara, hingga akhir film ini usai.

Meski nampak segar, sayang cerita yang dibangun Peele sedikit klise. Konflik yang dibangun kurang begitu kuat dan jelas hingga sedikit membingungkan hingga babak akhir selesai. Bisa jadi hal ini sengaja dibuat agar penonton dapat menelaahnya hingga di akhir cerita.

Horor Penuh Simbol

Hands Across America

Ada banyak simbol yang dihadirkan di sana. Pertama kita diperlihatkan dengan gerakan Hands Across America, orang-orang kurang beruntung tersebut senasib dengan terowongan dan proyek eksperimen pemerintah yang lama ditinggalkan alias para duplikat.

Mereka terbengkalai dan hanya menirukan gerakan tuan atau duplikatnya yang hidup lebih enak di atas sana. Untuk itulah mereka datang menuntut balas. Cerita ini sangat sinkron dengan narasi yang disampaikan Red diperjumpaa keduanya dengan Addy.

Red adalah salah satu yang telah disiapkan sejak lama dan ingin menuntut balas. Kedua adalah gunting. Pemilihan gunting sebagai benda tajam juga bukan tanpa pertimbangan. Gunting sarat akan simbol dua sisi yang saling terkoneksi. Gunting juga bisa memutuskan sebuah hubungan yang mana digambarkan untuk membunuh duplikat asli mereka.

Permainan Karakter yang Kuat

Review Film Us

Untuk masalah pemain, Peele tentu tidak akan asal dalam memilihnya. Hal ini terbukti dari permainan karakter yang kuat dari keempat tokoh utmanaya.

Mereka tidak hanya dihadirkan menjadi sebuah keluarga yang utuh, namuan juga saling mengisi dan menjadi hero satu sama lainnya. Baik Gabe, Addy, dan bahkan kedua anaknya pun berani mempertaruhkan hidup untuk menyelamatkan keluarganya.

Yang paling mengesankan saat mereka datang ke rumah sang sahabat untuk meminta pertolongan. Jason dan Zora justru menyelamatkan kedua orang tua mereka. Zora berhasil membunuh para duplikat sahabat orang tuanya. Pukulan Jason pun ke begitu mengesankan.

Meski Addy adalah karakter utama, namun di film ini kekuatan perannya tidak membunuh karakter lainnya. Bahkan mereka memiliki sisi unik satu sama lainnya.

Gabe yang awalnya terlihat sangat menyebalkan pun sebenarnya bermain dengan begitu epik. Ditambah lagi dengan guyonannya yang manis hingga mengesankan natural.

Visual Rapi dan Menggoda

US Movie 2019

Horor thriller ini dikemas dengan emosional serta visual yang menggoda. Kamu tidak akan menemukan adegan sadis di sana. Peele memilih untuk bermain visual emosi yang baik.

Ekspresi pemain diekpos. Untuk itu, banyak adegan pembantaian yang tak terlalu nampak sadis. Permainan suasanalah yang dibangun oleh visualnya. Dengan permainan tersebut, Peele membuat penonton penasaran dan mulai berekspetasi dengan adengan yang akan mereka temukan setelahnya.

Lagu yang dimainkan di sana pun tidak seperti nada-nada mencekam di film horor. Peele justru memilih lagu pop sebagai latar musik film luar biasanya tersebut.

Sarat Pesan Sosial Kehidupan

Film title: US

Seperti halnya Get Out, di film US ini Peele menanamkan pesan sosial. Kita dapat melihatnya dalam dialog kuat soal kepribadian dan prilaku manusia. Sadar atau tidak, apa yang mereka lontarkan sangat relevan dengan kehidupan di dunia nyata. Dan mungkin kita setuju dengan ungkapan mereka.

US pun menyadarkan kita jika ketakutan terbesar manusia sebenarnya adalah manusia itu sendiri. Apa yang mereka hadapi, bahaya, dan rintangan berasal dari prilaku manusia itu sendiri.

Jadi selain menguji adrenalin kita, film horor ini juga bisa sejenak membuat kita berfikit tentang kehidupan sosial yang telah kita tanam.

Jangan Lupa Berikan Rating Anda!

65%
65%
Good

Jordan Peele kembali membuktikan kemampuannya dalam menggarap genre horor - thriller lewat film Us. Dan lagi-lagi Peele tak hanya bermain ekspresi namun juga sarat akan pesan sosial.

  • Cerita
    6.5
  • Teknis
    6
  • Karakter
    7
  • User Ratings (1 Votes)
    7

About Author

Hi, nama saya Tertia. Orang biasa memanggil saya "Ter" atau bisa juga "Te". Seorang travel writer yang suka dengan keunikan di setiap sudut kota. Menulis bukan hanya sekedar hobi namun sudah jadi passion.

Leave A Reply