Review How To Train Your Dragon 3: The Hidden World, Final Trilogi yang Begitu Tajam

0

Buah karya Dreamworks memang tidak pernah mengecewakan. Salah satu animasi 3D unggulannya How To Train Your Dragon 3: The Hidden World yang belum lama ini tayang di bioskop pun telah mencuri perhatian

Film trilogy adaptasi novel karya Cressida Cowell ini sejatinya ditujukan pada khalayak cilik. Namun siapa sangka jika kisah para Viking dan kawanan naga itu pun digemari penonton dewasa.

Jika diingat-ingat kembali pada sekuel pertama film How To Train Your Dragon yang tayang pada 2010 lalu memang telah menorehkan kesuksesan. Film tersebut tercatat mengantongi 500 juta US Dollar dan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan. Salah satunya menjadi Best Animated Feature pada ajang Academy Awards and Annie Awards.

Meski tak sesukses film pertama sekuel How To Train Your Dragon 2 pun masih mendapatkan perhatian penonton. Selain itu penghasilan yang didapat juga tergolong fantastis.

Konflik yang dibangun dari sekuel pertama hingga terakhir memang begitu dinanti. Ditambah lagi bumbu-bumbu mitologi yang disisipkan pun cukup kuat membangun emosional penonton.

Related: 6 Situs Streaming Film Terbaik Indonesia, Yuk Langsung Nonton Dijamin Gratis!

Lantas seperti apa kelanjutan persahabatan antara Hiccup dan Toothless pada babak terakhir ini?  Yuk simak reviewnya. Cerita ini mengandung unsur spoiler ya jadi kamu jangan baper.

The Hidden World Sekuel Terakhir How To Train Your Dragon

Hiccup, How To Train Your Dragon: The Hidden World

Pada babak terakhir yang masih disutradarai oleh Daen DeBlois, Dreamworks akhirnya menutup kisah Hiccup dan sang naga Alfa Night Fury dengan sangat indah. Film yang bertajuk The Hidden World ini mempertontonkan titik masalah yang sebenarnya dihadapi Hiccup dan para naga.

Jika kita mengamati dengan sangat teliti, karakter tokoh yang dibangun pada How To Train Your Dragon begitu kuat. Bahkan patut untuk diacungi jempol.

Sang penulis dan sutradara cukup lihai mengolah perubahan demi perubahan karakter setiap tokoh ketika menginjak dewasa. Dan hal tersebut merefleksikan kehidupan sesungguhnya tentang pencarian jati diri seorang remaja.

Mari kita memutar memori kembali ke sekuel awal How To Train Your Dragon, ketika memperkenalkan keseluruhan tokohnya. Awal kemunculannya, Hiccup diceritakan sebagai bocah berusia 15 tahun yang merupakan anak seorang kepala suku Berk.

Related: Review Glass: 5 Fakta Menarik dari Kisah “Superhero Orisinil” Bukan Ciptaan Komik

Tidak seperti sang ayah, Hiccup justru takut dan tak berani membunuh kawanan naga. Hingga akhirnya dia di pertemukan dengan naga mungil menggemaskan Night Fury yang kemudian diberi nama Toothless.

Sejak saat itu Hiccup dan Toothless menjadi sangat dekat hingga melakukan berbagai petualangan bersama layaknya seorang kawan. Persahabatan yang terjalin antara Hiccup dan Toothless diramu menjadi inti trilogy How To Train Your Dragon yang sarat akan pesan dan emosional. Jalinan persahabatan merekalah yang menjadi roh seri 3D bergenre fantasy ini.

Pengkarakteran yang Luar Biasa

Hiccup and Toothless, How To Train Your Dragon

Proses pendalaman karakter Hiccup nyata digarap dengan sangat dalam dan epic oleh DeBlois. Sifat Hiccup dari remaja menuju dewasa terasa logis seperti halnya remaja pada umumnya dan terkadang detail seperti ini jarang dipikirkan oleh banyak sineas yang menggarap film Sekuel.

Perubahan sifat kekanak-kanakan Hiccup menuju dewasa semakin terlihat setelah kepergian sang ayah dan berjumpa dengan sang ibu. Sejak saat itu Hiccul yang berumur 20 tahun lantas dipercaya menjadi kepala suku Berk dan memimpin kawanan Viking bersama ratusan naga lainnya.

Bersama dengan teman-temannya Hiccup tak henti-hentinya menyelamatkan naga-naga malang yang dicuri pemburu tersebut dan kemudian dibawanya ke Berk.

Hiccup mulai dihadapkan pada masa-masa sulit, dia tak hanya memikirkan keberlangsungan hidup rakyatnya namun juga kawan naga. Betapa tidak Berk bukan hanya menjadi rumah para Viking namun juga menjadi Suaka para naga.

Peningkatan populasi naga di Berk tumbuh dengan sangat drastis hingga memancing perhatian pemburu Night Fury. Hiccup pun teringat cerita sang ayah tentang ujung bumi yang menjadi rumah bagi para naga.

Permasalahan semakin pekik ketika pemburu naga Night Fury, Grimmel mencium keberadaan Toothless. Hiccup kembali mendapatkan ancaman yang menyangkut keselamatan naga dan sukunya.

Related: Daftar Film 2019 dan Jadwal Film yang Akan Tayang di Bioskop Tahun Ini

Seisi Berk kemudian harus berfikir keras bagaimana cara menyelamatkan kawanan naga dari serangan Grimmel. Hiccup pun memerintahkan seluruh warganya untuk pindah dan mulai mencari keberadaan ujung bumi legendaris.

Cara memecahkan setiap masalah yang dihadapi Hiccup lah yang membimbingnya menjadi sosok pria dewasa yang bisa diandalkan. Meskipun terkadang dia masih kurang percaya dengan semua tindakannya.

Kemunculan si Naga Betina Light Fury

Light Fury, Hot To Train Dragon

Jalan cerita The Hidden World juga menampilkan sosok naga baru yang memancing perhatian Toothless. Dia adalah seekor naga betina sejenis Toothless yang kemudian diberi nama Light Fury.

Kemunculan Light Fury ini membuat Toothless jatuh cinta. Adegan pertemuan kedua naga itu pun dibalut dengan menarik dan menggemaskan. Mereka benar-benar menghasilkan warna baru pada trilogy How To Train Your Dragon.

Kisah itulah yang akhirnya membuat cerita The Hidden World ini pantas disebut kisah yang paling berkesan dan membekas. Dengan kata lain sangat klimaks. Pesan yang disampaikan begitu dalam dan pantas jika film terakhir ini diganjar sebagai seri pamungkasnya.

Selain Hiccup dan Toothless tokoh-tokoh lainnya pun dihadirkan dengan kekuatan yang tajam. Satu di antaranya adalah Astrid kekasih Hiccup.

Romansa cinta yang ditunjukkan antara Hiccup dan Astrid menambah kekuatan cerita tersebut. Hubungan keduanya merefleksikan tingkat kedewasaan sepasang kekasih hingga akhirnya menjalin sebuah hubungan yang suci.

Related: Trailer Dilan 1991 Jadi Trending di YouTube yang Bikin Penonton Baper

Karakter Astrid sendiri dalam babak terakhir ini digambarkan menjadi sosok penyemangat Hiccup yang tak lelah memberikan dorongan dalam setiap pengambilan keputusan. Astrid mencerminkan wanita tangguh dan penuh kharisma yang mungkin menjadi idaman banyak pria di dunia ini.

Visual yang Memanjakan Mata

Hiccup How To Train Your Dragon: The Hidden World

Dibalik pendalaman karakter yang luar biasa, How To Train Your Dragon juga berhasil menghadirkan visual nan indah. Semua gambar dan warna yang diciptakan terlihat fantastis dan memanjakan mata. Dari segi teknis tidak ada satu pun yang perlu diragukan, alias sempurna.

Meski begitu garis besar cerita How To Train Your Dragon masih saja mudah ditebak. Alur cerita dari sekuel pertama hingga terakhir ini memang sedikit banyak memiliki kesamaan.

Terlepas dari alur ceritanya, trilogy How To Train Your Dragon wajib masuk daftar film animasi yang harus ditonton. Karena kisah yang dituangkan kaya akan pesan dan cukup humoris. Apalagi saat adegan Toothless mulai menggoda si betina Light Fury.

Jangan Lupa Berikan Rating Anda!

85%
85%
Awesome

Terlepas dari alur ceritanya, trilogy How To Train Your Dragon wajib masuk daftar film yang harus ditonton. Karena kisah yang dituangkan kaya akan pesan dan cukup humoris.

  • Cerita
    7.5
  • Teknis
    9
  • Karakter
    9
  • User Ratings (3 Votes)
    6.3

About Author

Hi, nama saya Tertia. Orang biasa memanggil saya "Ter" atau bisa juga "Te". Seorang travel writer yang suka dengan keunikan di setiap sudut kota. Menulis bukan hanya sekedar hobi namun sudah jadi passion.

Comments are closed.